Tips memilih obat batuk
Apakah Batuk itu ???
Batuk merupakan refleks normal dari sistem pertahanan tubuh untuk mengeluarkan “benda asing” dari saluran pernapasan, dapat disebabkan oleh : asap rokok, debu, perubahan suhu secara mendadak, peradangan (infeksi), dan alergi. Batuk juga dapat timbul karena efek samping dari obat, seperti obat penurun tekanan darah (contohnya captopril).
Apa saja tanda dan gejalanya ??
Batuk ditandai dengan adanya gatal pada tenggorokan, tenggorokan sakit dan refleks batuk.
Batuk yg disebabkan infeksi kuman diawali dengan tenggorok serak dan kering yang kemudian keluar dahak berwarna kekuning-kuningkan atau kehijauan, bukan berwarna putih maupun bening disertai refleks batuk yang pendek. Batuk jenis ini biasanya disertai pilek dan hidung tersumbat serta meningkatnya suhu tubuh.
Tipe-tipe Batuk :
Batuk produktif (batuk berdahak) disertai dengan pengeluaran dahak yang bila ditahan untuk tidak dikeluarkan dapat menurunkan kemampuan jalan pernapasan dan dapat mengganggu aktivitas penderita.
Batuk kering tidak disertai pengeluaran dahak, dapat disebabkan karena infeksi virus pada saluran pernafasan, perubahan pada lingkungan sekitar (asap, debu, dan perubahan suhu), penyakit jantung dan obat-obatan.
Tujuan pengobatan batuk
Untuk mengurangi frekuensi dan keparahan batuk serta mencegah komplikasi lebih lanjut.
Pada batuk berdahak pengobatan yang dilakukan adalah dengan meningkatkan aliran dahak dan mengencerkan dahak.
Pada batuk kering pengobatan yang dilakukan dengan menekan pusat batuk sehingga frekuensi batuk menjadi lebih sedikit.
Kiat memilih batuk :
Antitusif / penekan batuk
Jika batuk anda kering (tanpa disertai dahak). Antitusif menghentikan batuk secara langsung dengan menekan refleks batuk pada sistem saraf pusat di otak. Dengan demikian tidak sesuai digunakan pada kasus batuk yang disertai dengan dahak kental, sebab justru akan menyebabkan dahak sulit dikeluarkan. Obat golongan ini cocok digunakan untuk batuk kering yang tidak berdahak. Contoh kandungan zat berkhasiat dalam obat : dekstrometorfan, noskapin.
Ekspektoran / pengencer dahak
Jika batuk anda disertai dahak. Golongan ini tidak menekan refleks batuk, melainkan bekerja dengan mengencerkan dahak sehingga lebih mudah dikeluarkan. Dengan demikian tidak tepat jika digunakan pada kasus batuk kering, sebab hanya akan menambah frekuensi batuk. Contoh kandungan zat berkhasiat dalam obat : bromheksin, gliseril guaikolat, ambroksol, karbosistein, ammonium klorida.
Mukolitik / pengencer dahak
Jika batuk anda disertai dahak yang kental. Golongan ini bekerja hampir sama dengan ekspektoran yaitu dengan mengencerkan sekret saluran napas. Digunakan secara efektif pada batuk dengan dahak yang kental sekali seperti bronchitis dan membantu pengeluaran dahak menjadi lebih mudah.
Yang termasuk mukolitik yaitu asetilsistein dan bromheksin.
Perlu diingat !!!!
- Pilih obat sesuai dengan gejalanya, bukan obat yang berisi semua golongan di atas, karena semakin banyak zat aktif yang terkandung dalam obat maka semakin besar efek samping yang mungkin akan terjadi
- Batuk bisa menyertai berbagai penyakit, seperti flu, alergi, asma, bronkitis, TBC, pneumonia (radang paru) atau infeksi lain.
- Karena itu, bila batuk berlangsung lebih dari seminggu dan obat Anda tidak berdaya melawan, memeriksakan diri ke dokter adalah tindakan paling bijaksana.
- Pada bayi dan anak balita harus diperhatikan apabila timbul gejala pneumonia, antara lain berupa nafas cepat atau nafas sesak, segera dikonsultasikan dengan dokter atau Unit Pelayanan Kesehatan.



Pretty nice post. I just stumbled upon your blog and wanted to say that I have really enjoyed browsing your blog posts. In any case I’ll be subscribing to your feed and I hope you write again soon!
[...] Tips memilih obat batuk [...]
Maksudnya apa ya ???