Mengenal Pengelompokan Obat Tradisional
Apa itu obat tradisional? Obat tradisional adalah bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarian (galenik) atau campuran dari bahan tersebut yang secara turun-menurun telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman.Obat tradisional dikelompokkan menjadi, jamu, obat herbal terstandar, dan fitofarmaka. Perbedaan diantara ketiganya antara lain, pada jamu pembuktian khasiatnya hanya secara empiris/turun-temurun, obat herbal terstandar telah melalui uji praklinik dan bahan baku telah terstandardisasi, sedangkan fitofarmaka telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah dengan uji praklinik dan uji klinik serta bahan bakunya telah memenuhi persyaratan yang berlaku. Contoh fitofarmaka antara lain : X-gra, Tensigard, Stimuno, Reumeneer, dan Nodiar.
Kelebihan Obat Tradisional
- Efek sampingnya relatif kecil bila digunakan secara benar dan tepat.
- Ramuan dengan komponen berbeda memiliki efek saling mendukung.
- Pada satu tanaman memiliki lebih dari satu efek farmakologi serta lebih sesuai untuk penyakit-penyakit metabolik dan degeneratif.
Kelemahan Produk Obat Alam / Obat Tradisional
- Efek farmakologisnya yang lemah.
- Pada obat tradisional tertentu bahan bakunya belum terstandar.
- Belum dilakukan uji klinik (pada jamu dan obat herbal terstandar).
- Untuk bahan yang belum distandardisasi mudah tercemar berbagai jenis mikroorganisme.



Pengobatan dengan obat alami adalah cara teraman, memang lamban dalam penyembuhan namun pasti untuk kesembuhan.