Khasiat Jahe Untuk Pengobatan
Tanaman jahe telah lama dikenal dan tumbuh baik di negara kita. Rimpangnya sangat luas dipakai, antara lain sebagai bumbu dapur maupun untuk pengobatan. Seiring dengan berkembangnya teknologi jahe juga digunakan dalam industri obat, minyak wangi, dan jamu tradisional. Jahe mempunyai nama lain Zingiber officinale Roscoe (Fam. Zingiberaceae) atau Ginger.
Jahe mempunyai banyak khasiat dan kegunaan disebabkan adanya kandungan minyak atsiri dan oleoresin jahe. Aroma harum jahe disebabkan oleh minyak atsiri, sedangkan oleoresinnya (zingerona dan shogaol) menyebabkan rasa pedas yang unik yang tidak menguap. Jahe mengandung kira-kira 1-2% minyak atsiri dan 5-8% resin, starch dan mucilage. Minyak dari jahe yang memberikan aroma yang khas, mengandung campuran lebih dari 50 kostituen yang teridiri dari monoterpen (b-phellandrene, (+)-camphene, cineole, citral dan borneol), sesquiterpene hidrokarbon (zingibere, b-bisabolene, (E,E)-a-farnesene, b-sesquiphellandrene dan ar-curcumene) dan sesquiterpene alkohol zingiberol.
Khasiat jahe dalam dunia kesehatan antara lain :
1. Dapat merangsang kelenjar pencernaan, baik untuk membangkitkan nafsu makan dan pencernaan
2. Minyak jahe berisi gingerol yang berbau harum khas jahe, berkhasiat mencegah dan mengobati mual dan muntah
3. Dalam pengobatan tradisional Asia, jahe dipakai untuk mengobati selesma, batuk, diare dan penyakit radang sendi tulang seperti artritis. Selain itu, juga dipakai untuk meningkatkan pembersihan tubuh melalui keringat
4. Menurunkan tekanan darah
5. Gingerol pada Jahe bersifat antikoagulan / mencegah penggumpalan darah
6. Membuat lambung menjadi nyaman, meringankan kram perut dan membantu mengeluarkan angin
7. Jahe merupakan pereda rasa sakit yang alami dan dapat meredakan nyeri rematik, sakit kepala, dan migren.


